Kamis, 14 Juli 2016



           Desa Rendeng, Kecamatan Gebang, kabupaten Purworejo lahir Seorang Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani tepatnya pada tanggal 19 Juni 1922 di era kolonialisme Belanda. 
            Ahmad Yani mengenyam pendidikan formalnya di sekolah HIS lalu MULO dan selanjutnya AMS. Ahmad Yani tidak sempat menamatkan pendidikannya dikarenakan adanya milisi yang diumumkan oleh pemerintah Hindia-Belanda.
           Bapak Jenderal Ahmad Yani sebagai Pahlawan Revolusi yang meninggal di malam G30 S/PKI bersama 6 orang Jenderal TNI yang lain yang juga di culik dan di bunuh, jasadnya di kubur di lubang buaya, sungguh kejam PKI. Namun ketujuh pahlawan Revolusi jasadnya sudah dipindah dan dikebumikan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta.
            Untuk mengenang jasa-jasa beliau, dibangunlah sebuah museum  yang bernama museum Ahmad Yani yang terletak di sebelah rumah peninggalan ibunda Ahmad Yani yaitu Eyang Murtini  S. Wonrgsodirejo. Masyarakat Desa Rending biasa memanggil Eyang Wongso. Beliau  merupakan sosok pribadi yang ramah, murah senyum, royal dan bermasyarakat.
            Ketika Eyang Wongso masih hidup, anak-anak dan kerabat bapak Ahmad Yani sering berkunjung ke desa Rendeng seperti Bu Amelia. A. Yani, Bu Yuni A. Yani, Rudi. A. Yani dan kerabatnya yang lain. Keluarga Besar Bapak Ahmad Yani membentuk suatu Yayasan yang kantornya berpusat di daerah Tebet Jakarta Selatan. Dari Yayasan tersebut telah di bangun  SD. Negeri Ahmad Yani. Dibangun  juga sebuah masjid Ahmad Yani yang semua berlokasi di Desa Rendeng kecamatan Gebang kabupaten Purworejo.
            Pemerintah kabupaten Purworejo sangat hormat dan bersimpati atas kemurahan hati dari  Keluarga Besar Bapak jendral Ahmad yani begitu pula masyarakat desa Rendeng  selalu menyambut gembira dan penuh antusias menyambut kehadiran keluarga Besar Ahmad Yani.
            Penduduk Desa Rendeng dengan kepribadian yang ramah dan bersahaja akan menyambut gembira setiap pengunjung yang bertanya dan ingin melihat Museum Ahmad Yani. Desa Rendeng merupakan desa yang penduduknya mayoritas pegawai negeri dan sudah pensiun maka di kenal dengan sebutan kota pensiun selain bertani juga banyak pedagang. Sebuah desa yang asri dengan pemandangan alam pedesaan dan sawah-sawah membentang luas. Burung-burung berkiacau di pagi hari, dengan udara pagi yang masih segar sangat jauh dari polusi dan kemacetan. Desa Rendeng yang termasuk wilayah kabupaten Purworejo adalah desa swasembada pangan.
            Bagi pembaca yang ingin berwisata ke museum Ahmad Yani di Desa Rendeng, dapat mengarahkan jalur kendaraannya ke Wilayah Kabupaten Purworejo. Yang berslogan Purworejo BERIRAMA (Bersih, Indah, Rapi, Aman dan Nyaman).

(Indah Yuliana, Guru TK Di Tangerang)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Menusa Community

Menusa Community

NULIS BABE NEWS

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis
Mengintip Nusantara. Diberdayakan oleh Blogger.

Total Pengunjung

Projek Kami

Sekolah Online Menusa Community

Email Kami

Kirimkan kritik dan saran anda ke mengintip nusantara redaksi di mengintipnusantararedaksi@gmail.com

Tim Menusa

Tim Menusa
Semua isi web ini dikelola oleh tim menusa creative management. Hubungi Menusa Creative Management sebagai media partner anda. 08992458233