Minggu, 14 Januari 2018

KEIMI, instagram.com
Komunitas Edukasi Ilmiah Mahasiswa Ekonomi atau yang serint dikenal dengan Keimi adalah salah satu Komunitas di bidang keilmiahan di Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya. Dibentuk pada 2014 dan kini sudah memasuki tahun ketiga berdirinya Keimi.

Pendirinya merupakan Mahasiswa Fakultas Ekonomi yang aktif dalam berbagai event kepenulisan, salah satunya yaitu Rido Aprianda, SE Mahasiswa Jurusan Akuntansi. Menyadari minat yang tinggi untuk memiliki kemampuan menulis di lingkungan Fakultas Ekonomi, maka Rido dan teman-temannya mendirikan Keimi.

Tidak hanya bergerak di bidang kepenulisan, Keimi juga mewadahi berbagai kegiatan Kemahasiswaan yang bernafaskan keilmiahan. Seperti mottonya yaitu Belajar, Berbagi dan Menginspirasi, anggota Keimi atau yang dikenal dengan istilah Sobat Keimi banyak yang aktif dalam berbagai kegiatan baik di bidang kepenulisan, kewirausahaan, dan juga membantu mencari informasi beasiswa.

Salah satu program yang rutin diadakan yaitu Kelas Diskusi Online dengan mengundang beberapa pemateri yang sudah berkapasitas. Keimi juga aktif dalam mengadakan event tentang beasiswa, sepeti beberapa waktu lalu, mengadakan seminar beasiswa yang lebih banyak menyasar kepada Mahasiswa Baru angkatan 2017.

Setiap ada sobat Keimi yang mengikuti lomba menulis atau yang lainnya selalu diucapkan selamat dan dijadikan motivasi bagi Sobat lainnya untuk aktif dalam mengikuti berbagai event keilmiahan salah satunya menulis.

Bagas Pratama, UNSRI



Tanah Surga Katanya, googlecom

Sinopsis:

Hasyim, mantan sukarelawan Konfrontasi Indonesia Malaysia tahun 1965 hidup dengan kesendiriannya. Setelah istri tercintanya meninggal, ia memutuskan untuk tidak menikah dan tinggal bersama anak laki-laki satu-satunya yang juga menduda, Haris dan dua orang anak Haris bernama Salman dan Salina. Hidup di perbatasan Indonesia Malaysia membuat persoalan tersendiri, karena masih didominasi oleh keterbelakangan dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Masyarakat perbatasan harus berjuang setengah mati untuk mempertahankan hidup mereka, termasuk keluarga Hasyim, namun kesetiaan dan loyalitasnya pada bangsa dan Negara membuat Hasyim bertahan tinggal.

Astuti, seorang guru sekolah dasar di kota datang tanpa direncanakannya. Ia mengajar di sekolah yang hampir roboh karena setahun tidak berfungsi. Tak lama berselang dr. Anwar, seorang dokter muda datang ke daerah itu, karena tidak mampu bersaing sebagai dokter professional di kota. Salman dan Salina gembira hatinya karna kedatangan guru Astuti dan dr. Anwar, yang oleh penduduk dikenal dengan sebutan dokter intel.

Haris anak Hasyim, memilih hidup di Malaysia karena menurutnya Malaysia jauh lebih memberi harapan bagi masa depannya. Dia juga bermaksud mengajak seluruh keluarga pindah ke Malaysia termasuk bapaknya. Haris mencoba membujuk ayahnya untuk pindah ke Malaysia dengan alasan di sana lebih menjanjikan secara ekonomi dibandingkan tetap tinggal di wilayah Indonesia. Hasyim bersikeras tidak mau pindah. Baginya kesetiaan pada bangsa adalah harga mati. Persoalan semakin meruncing ketika Hasyim tahu bahwa Haris ternyata sudah menikah dengan perempuan Malaysia dan bermaksud mengajak Salman dan Salina. Salman yang dekat dengan sang kakek memilih tetap tinggal di Indonesia.

Hasyim sakit. Dr Anwar berusaha memberikan perawatan dan obat yang lebih rutin. Namun, keterbatasan sarana dan obat, membuat kondisi Hasyim memburuk. Dr Anwar memutuskan untuk membawa Hasyim ke rumah sakit kota. Dengan uang hasil kerja Salman, Hasyim dibawa pakai perahu. Mereka berangkat ditemani oleh Astuti dan dr. Anwar. Di tengah perjalanan nyawa Hasyim tidak tertolong. Ia meninggal bersamaan dengan pekik dan sorak sorai Haris atas kemenangan kesebelasan Malaysia atas Indonesia.

IDENTITAS DAN TOKOH FILM
Tanah Surga Katanya

Sutradara             :    Herwin Novianto
Produser              :    Deddy Mizwar, Gatot Brajamusti, dan Bustal Nawawi
Tahun Produksi   :    2012
Durasi                  :    90 menit
Pemain                 :    Osa Aji Santoso, Fuad Idris, Ence Bagus, Astri Nurdin, Tissa Biani Azzahra, Ringgo Agus Rahman, dan Andre Dimas Apri

Tokoh Utama dan konflik
a.         Salman
Salman sangat mencintai tanah airnya. Ia menganggap Indonesia adalah tanah surga yang memiliki banyak sumber daya alam yang seharusnya mampu menyejahterakan seluruh rakyatnya. Namun, ia masih hidup dibawah garis kemiskinan dan tinggal di perbatasan Indonesia yang kurang diperhatikan oleh pemerintah. Salman ditinggalkan oleh ayah dan adiknya pindah ke Malaysia, tempat yang lebih makmur daripada daerahnya. 
Ia tinggal bersama kakeknya yang sakit-sakitan. Ia bekerja keras mengantarkan kerajinan ke Malaysia, demi mengais ringgit untuk pengobatan kakeknya.
b.         Kakek Hasyim
Hasyim adalah seorang mantan pejuang Indonesia, yang mempertahankan wilayah Indonesia dari serangan Malaysia. Ia prihatin melihat anak dan cucu perempuannya yang pindah ke Malaysia karena hidupnya lebih makmur di negara yang pernah ia lawan itu, sehingga ia sakit-sakitan. Padahal Hasyim selalu menceritakan kekayaan dan kebesaran Indonesia kepada cucu-cucunya.
c.          Dokter Anwar
Seorang dokter yang mengabdikan diri di perbatasan wilayah Indonesia-Malaysia. Ia prihatin dengan kondisi masyarakat perbatasan yang tidak mengenal dengan baik negaranya sendiri, bahkan menggantungkan diri kepada negara lain.
Dokter Anwar adalah orang yang menolong kakek Hasyim di saat-saat kritisnya. Ia pula yang membukakan pemikiran Salman, bahwa Indonesia ini sungguh negara yang kaya, namun perlu masih diolah dengan baik agar memberikan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.



Kesan penulis saat menonton film Tanah Surga, Katanya...
Menonton film ini seolah menghantarkan kita pada suatu spirit nasionalisme yang sering terabaikan. Pesan-pesan nasionalisme disampaikan dalam dialog-dialog yang menggelitik naluri kebangsaan kita sebagai rakyat Indonesia. Rasa haru tanpa disadari memancing air mata saat menonton film yang disutradarai Herwin Novianto ini.

Penulis: Junilawata Resdia

hmi, google data image
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan sebuah organisasi mahasiswa. Organisasi ini dibentuk pada 5 Februari 1947 oleh Prof. Lafran Pane di Yogyakarta. 

Setelah melalui perkembangan sejak 70 tahun terakhir, organisasi Hijau Hitam ini telah menyebar menjadi beberapa cabang di seluruh Indonesia. Garis koordinasinya meliputi Pengurus Besar, Badan Koordinasi di setiap wilayah, Pengurus Cabang. Seterusnya pada lingkup yang lebih kecil, Koordinator Komisariat, dan Pengurus Komisariat, serta anggota. 

Proses yang ada di Himpunan Mahasiswa Islam ini diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Organisasi Islam terbesar di Indonesia ini telah melahirkan tokoh-tokoh nasional yang luar biasa. Jusuf Kalla, Akbar Tanjung, Anas Urbaningrum, Gamawan Fauzi, dan banyak tokoh lainnya merupakan alumni dari organisasi ini. Seluruh anggota menyadari bahwa mereka berada di Himpunan Mahasiswa Islam dalam rangka mengemban misi keumatan dan kebangsaan.

Penulis:
Junilawata Resdia

KOMPAK,/images.suarajatimpost
Komunitas Pamekasan Membaca (KOMPAK) merupakan salah satu komunitas yang bergerak dalam dunia literasi di Kabupaten Pamekasan. Di dalamnya terdiri dari para pemuda-pemuda yang suka baca-tulis sebagai penggagas terbentuknya komunitas tersebut. Kompak berdiri pada 7 Juni 2017.

Pemuda-pemuda yang tergabung dan sekaligus penggerak dari kompak diantaranya Moh.Hasanuddin, Imron Maulana, Ahmad Ansori, Imam Zarkasi, Eeng, Yuli Anisyah, Siti Aizah, Nuri, Hernan Mohni, Abunali, dan Rizky Azola.

Upaya yang dilakukan ada komunitas Kompak ini adalah membumikan budaya literasi di Kabupaten Pamekasan. Yakni diantaranya melakukan "Aksi Ngetim" bersama, dimana seluruh anggota dan pengurus di dalamnya berkumpul bersama dan membuka lapak baca. Biasanya mereka ngelapak di depan Kantor Persatuan Wartawan Indonesia(PWI) Pamekasan setiap hari Minggu.

Selain itu juga, memiliki program gerakan membaca bersama selama satu jam (Gerbang Salam), dan beberapa agenda lainnya dalam program jangka panjang dan jangka pendek.

Kelebihan dari komunitas ini, selain punggawanya muda-muda juga link mereka se-Indonesia. Itu terbukti dengan terdaftarnya Kompak dalam grup Pustaka Bergerak Indonesia (PBI). Dimana dengan tergabungnya dalam grup tersebut, Kompak bisa mendapatkan link untuk kemudian memiliki donasi buku bacaan dari para donatur melalui PBI yang bekerjasama dengan PT.Pos Indonesia. Sehingga pengiriman Per 10 kilogram buku dapat dikirim melalui kantor Pos dengan mencantumkan nama pengirim, nama komunitas dan alamat yang diruju, disertai dengan hastag bergerak (#Bergerak).

Jadi itu salah satu kelebihan dari adanya Komunitas Pamekasan membaca. Sehingga donasi tidak sebatas dari daerah asalnya saja, melainkan dari daerah-daerah lain pun bisa.

Ingin tahu lebih lanjut dan ingin merasakan serunya? Yuk mari bergabung dengan Komunitas Pamekasan Membaca.

Moh.Hasanuddin, Pamekasan

Jumat, 05 Januari 2018

dok penulis
Tebing Kopo Maja atau lebih terkenal disebut Tebing Koja. Merupakan wisata alam yang berlokasi di Kampung Koja RT 09/03 Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang. Tebing Koja merupakan lahan tambang pasir yang sudah tidak aktif lagi sejak ditinggalkan oleh para penambangnya. Penambangan pasir yang menysakan tebing kapur yang menjulang secara acak rupanya menyimpan keelokan yang kian nyata. Air hujan yang turun perlahan mulai mengisi danau hijau di dasar tebing lalu persawahan dan kebun yang ada disekitarnya turut berkolaborasi melukiskn keindahan alam yang membuatnya kian eksotis.

Keindahan pemandangan Tebing Koja rupanya menjadi daya Tarik tersendiri bagi para wisatawan, tak hanya masyarakat lokal namun juga mereka yang berasal dari luar daerah tak ingin ketinggalandatang ke lokasi tersebut untuk mengabadikan indahnya panorama Tebing Koja. Tak jarang wisatawan datang berburu foto terbaik di waktu pagi atau sore sebab pada waktu tersebut sunrise atau sunset akan membuat tebing-tebing kapur tersebut semakin mempesona. 
dok penulis

Di Tebing Koja ini selain disuguhi dengan pemandangan yang menyejukan mata kita juga dapat berfoto dengan spot-spot yang keren. Seperti saat kita memasuki tempat wisata alam Tebing Koja kita akan langsung menjumpai salah satu tebing batuan kapur yang bentuknya menyerupai Godzilla yang posisinya berada di depan area tebing. Selain itu ada pula tebing yang Nampak seperti gapura masuk lalu perahu yang terletak di bawah tebing serta saung di tengah danau dan sawah serta kebunnya pun dapat jadi spot yang recommended.

Tiket harga masuk Tebing Koja pun terbilang sangat terjangkau hanya Rp.3.000/orang. Sedangkan untuk biaya parker motor dikenakan biaya Rp.3.000 dan parker mobil Rp.5.000.

Namun destinasi wisata alam di Kabupaten Tangerang ini belum mendapat perhatian dari pemerintah daerah sehingga masih dikelola secara perorangan oleh masyarakat sekitar. Selain itu, di tepi tebing juga belum ada pengaman untuk memastikan keamanan pengunjung. Jadi pengunjung punjangan sampai lengah memperhatikan keselamatan diri.
 
Penulis: Vina Nur Azizah

Kamis, 04 Januari 2018


Tiga Popeye
Sama halnya dengan kota-kota besar lainnya, Bangkalan memiliki banyak tempat kuliner unik yang wajib untuk dikunjungi. Salah satu tempat yang sedang hits dikalangan pemuda Bangkalan saat ini adalah kedai ice cream bernama “TIGA POPEYE.” Tempat ini bisa dijadikan rekomendasi bagi para pecinta ice cream. Konsep ruangan yang kekinian dimana terdapat berbagai spot foto unik mampu menarik perhatian banyak kalangan khususnya anak muda. Tempatnya pun terbilang luas dan nyaman.

Selain konsep ruangan yang unik dan menarik, berbagai macam ice cream ditawarkan di kedai ini. Banyak sekali varian ice cream yang bisa dipilih sesuai selera. Nama dan bentuknya pun juga sangat unik. Ada ice cream kuburan, ice cream pot, dan varian ice cream lainnya. Tidak hanya ice cream, berbagai macam makanan ringanpun seperti nugget dan kentang goreng juga tersedia di kedai ini. Ada juga berbagai macam roti berbentuk unik yang sangat disukai pelanggan contohnya saja seperti roti bakar instagram dan roti maryam pokeball yang bentuknya seperti bola pokemon. Selain ice cream dan makanan ringan, kita juga bisa memesan berbagai jenis minuman yang terbuat dari kopi. Harganya pun sangat pas di kantong. Dengan uang 8000 rupiah saja kita sudah bisa menikmati salah satu menu yang ada di TIGA POPEYE. Murah bukan? Tempat nongkrong yang satu ini memang cocok sekali untuk dijadikan salah satu tempat yang wajib dikunjungi ketika berkunjung ke Bangkalan. Jadi, bagi kalian pecinta ice cream jadikan TIGA POPEYE sebagai destinasi kuliner kalian selanjutnya.

Siti Putri Masyuni




Siwil Rebus
Madura memiliki beragam makanan unik yang mengesankan salah satunya siwil. Siwil ini salah satu kudapan yang kenyal. Yang mana disegani sekali dikalangan anak nongkrong terutama mahasiwa yang tempatnya dekat dengan Pelabuhan Kamal. Dari Kampus UTM Bangkalan Cuma 4km ke tempat siwilnya.

Makanan siwil ini adalah salah satu kudapan kenyal khas dan sudah mempunyai cabang lagi. Yang mana kudapan siwil terbuat dari bahan dasar tepung tapioka dengan campuran terasi. Kudapan siwil ini cukup terkenal sekali yang mana siwil buatan Bu Fat dari daerah Pelabuhan Timur RW1 Kejawan, Kamal.

Dalam kudapan siwil buatan Bu Fat memiliki dua pilihan siwil yaitu siwil rebus dan goreng. Siwil rebut berbentuk memanjang menyerupai es lilin ada juga yang bulat. Siwil goreng berbentuk setengah lingkaran yang harus di goreng terlebih dahulu sebelum disantap dan juga tahu yang melengkapi kudapan siwilnya Bu Fat. Selain itu, ada narian pentol bulat isi telur dan pentol taunya.

Mungkin ada yang kurang menyukai rasa terasi yang menyengat, tidak perlu khawatir karena aroma menyengat terasi Bu Fat ini sudah tidak meragukan lagi saat disantap karena semua bumbu telah bercampur dengan racikan bawang putih dan tepung tapioka. Siwil khas Kamal ini disajikan dengan cara dipotong kecil-kecil kemudian disiram dengan bumbu petis yang membuat lidah tak bisa berhenti bergoyang.

Dengan menikmati siwil yang murah dikantong Cuma seharga 500 rupiah per buah, tak membuat kantong kering dan perut pun berhasil dibuat kenyang. Warung sederhana Bu Fat terletak di pojok gang yang dekat dengan pelabuhan Kamal. Tidak terlalu sulit untuk tempatnya karena warna hijau yang cerah dengan banyak parkiran motor yang antri untuk membeli siwilnya Bu Fat. Dua warung yang yang selalu ramai pengunjung, warung dekat dengan bengkel kamal buka mulai pukul 10.00-16.00WIB dan yang warung dekat Pelabuhan dibuka mulai 16.00-22.00 WIB.
 
Halima, Universitas Trunojoyo Madura



Ghufron, Pengusaha Lele
Di era globalisasi semakin banyak pemuda yang kehilangan jati dirinya. Menjadikan masa mudanya hanya untuk bersenang-senang dan berfoya-foya. Ketika salah seorang menanyakan tujuan hidup dan misi yang dikerjakan, banyak sekali yang masih menggelengkan kepala. Namun, berbeda dengan pemuda kali ini.

Ghufron adalah salah satu pengusaha budidaya ikan lele, sekaligus masih menjadi mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga. Tidak hanya itu, Ghufron Si Pembudidaya Lele ini juga aktif di Pramuka Universitas Airlangga dan berbagai kegiatan lainnya. Baginya untuk dapat melaksanakan semua itu dibutuhkan kerja keras dan manajemen waktu yang baik, serta yang paling utama adalah do'a dan restu orang tua. Pada dasarnya, tidak sulit menjadi sukses di usia muda yang dibutuhkan adalah tekad kuat untuk benar-benar bisa mewujudkan impian agar manjadi sukses. Kegagalan bukan tentang mereka yang tidak berhasil meraih impiannya, kegagalan adalah mereka yang memiliki mimpi tapi tidak pernah ada usaha untuk mewujudkannya.

Penulis : Ardiani Putri Rahayu – Universitas Airlangga




Foto dari penulis.
Pulau Pahawang adalah pulau yang memiliki keindahan pesona bawah lautnya, tepatnya berada di wilayah Kecamatan Punduh Padada, Kabupaten Pasawaran, Lampung Selatan. Pulau ini terbagi menjadi dua yakni Pulau Pahawang Besar dan Pulau Pahawang Kecil. Keindahan alamnya yang dihiasi bukit pepohonan, pasir berwarna putih, air laut yang jernih dan keindahan bawah lautnya sangat cocok bagi anda yang suka snorkeling.

Untuk menuju ke Pulau Pahawang, dari Pelabuhan Bakauheni anda dapat menuju ke pelabuhan Ketapang Dermaga 4 Pesawaran dengan menghabiskan waktu perjalanan kurang lebih 3 jam. Setelah sampai di pelabuhan Ketapang Dermaga 4 Pesawaran, anda dapat menyewa perahu untuk menyeberang ke Pulau Pahawang dengan biaya sekitar Rp 500.000,00 per hari (sudah termasuk pengemudinya) perahu yang dapat menampung sekitar lima belas orang. Tersedia pula perlengkapan snorkeling dengan biaya sekitar Rp 50.000,00 per orang.

Jika anda pergi ke Pulau ini, anda bisa menikmati keindahan alamnya dan berfoto dibawah laut. Jangan lupa siapkan kamera underwater-nya ya! Spot bawah laut yang menjadi favorit yaitu taman nemo yang terdapat banyak si lucu yaitu ikan nemo dan berbagai jenis ikan lainnya yang dihiasi keindahan terumbu karangnya.

Keindahan bawah laut di sekitar Pulau Pahawang masih cukup alami dan bersih, jarang ditemukan sampah-sampah ataupun polusi. Jadi tetap dijaga ya dan jangan buang sampah sembarangan! Jika anda tidak ingin snorkeling, anda masih bisa menikmati pemandangan alam di sekitar Pulau Pahawang sambil berfoto dan menikmati kesegaran udara di pantainya. Jika anda pergi kesini, anda akan terpesona dengan keindahannya bawah lautnya dan pantainya. Maka dari itu, agar Pulau Pahawang ini tetap indah, mari jaga kebersihan dengan jangam membuang sampah sembarangan dan jangan merusak terumbu karangnya agar tetap terjaga kelestariannya dan ekosistem bawah lautnya.
Penulis: Yusnia Novianti, Universitas Indonesia


KOIN IPB

Koin IPB merupakan salah satu tempat favorite yang berada di Kampus Institut Pertanian Bogor, Dramaga. Tempat ini dijadikan sebagai simbol dari Institut Pertanian Bogor. Koin IPB ini salah satu tempat yang nyaman untuk bersantai dan berkumpul bersama teman. Koin IPB dikelilingi oleh berbagai tumbuhan yang besar, tinggi dan berdaun rindang. Di sisi kanan dan kirinya terdapat dua buah rumah kaca yang digunakan untuk merawat tanaman penelitian tertentu. Selain itu, di koin IPB juga terdapat berbagai tanaman hias bunga-bunga yang indah.

Setiap orang yang berkunjung ke kampus IPB dramaga pasti selalu berkunjung ke koin IPB. Suasana di koin IPB yang hijau dan nyaman untuk bersantai serta pemandangan yang indah menjadi sebuah alasannya. Oleh sebab itu, koin IPB sering dijadikan sebagai background untuk berfoto bagi semua kalangan baik dari mahasiswa IPB maupun dari masyarakat luar IPB. Hampir setiap harinya koin IPB ini tidak pernah sepi pengunjung. Hal inilah yang menjadikan keberadaan koin IPB semakin melejit.

Lilik Endah Sulistyowati, IPB







Menusa Community

Menusa Community

NULIS BABE NEWS

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis
Mengintip Nusantara. Diberdayakan oleh Blogger.

Total Pengunjung

Projek Kami

Sekolah Online Menusa Community

Email Kami

Kirimkan kritik dan saran anda ke mengintip nusantara redaksi di mengintipnusantararedaksi@gmail.com

Tim Menusa

Tim Menusa
Semua isi web ini dikelola oleh tim menusa creative management. Hubungi Menusa Creative Management sebagai media partner anda. 08992458233